<style>.lazy{display:none}</style> Transformasi Petani sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan - Lingkar Temu Kabupaten Lestari

Transformasi Petani sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan

Juli 22, 2017

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bersama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan jejaring mitra terkait, perwakilan kabupaten/kota menggelar rangkaian diskusi dan peresmian “Menuju Kabupaten Lestari Transformasi Petani sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan” yang dihadiri sejumlah kabupaten/kota di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Pada Desember 2016, perwakilan dari delapan kabupaten dari enam provinsi yakni Musi Banyuasin, Rokan Hulu, Siak, Batanghari, Labuan Batu Utara, Sintang, Sanggau, dan Sigi bekerjasama dengan jejaring mitra pembangunan dan APKASI menggelar Forum Komunikasi Nasional pertama untuk pembentukan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

LTKL merupakan suatu forum kemitraan menuju kolaborasi berdampak untuk mendorong percepatan yuridiksi berkelanjutan yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

“Fokusnya pada tata kelola lahan, baik di dalam dan/atau antar-Kabupaten melalui metode pelibatan inovatif,” kata Rakhmat Witoelar, Staf Khusus Presiden untuk Perubahan Iklim di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Dikatakannya, sinergi dengan Lingkar Temu Kabupaten Lestari untuk mendukung pembangunan berkelanjutan termasuk upaya di tingkat nasional terkait regulasi, tata niaga, kelembagaan dan implementasi program yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) memerlukan komitmen serius dari pemerintah daerah.

“Inisiatif Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan APKASI ini dapat menjadi gerakan yang nyata apabila diterjemahkan menjadi dokumen perencanaan, rencana tata ruang, dan alokasi anggaran yang sesuai dengan visi dan misi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Saat ini tidak sedikit tantangan yang dihadapi pemerintah kabupaten, termasuk dari sisi sumber daya, kepentingan, kapasitas, serta fokus pembangunan masing-masing kabupaten.

“Tahun 2017 menjadi kunci karena diharapkan setiap kabupaten telah berhasil merumuskan rencana aksi daerah untuk implementasi SDGs di kabupatennya,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal APKASI sekaligus Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah mengatakan, Lingkar Temu Kabupaten Lestari punya potensi besar untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa, khususnya di sektor pengembangan ekonomi.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, salah satu program prioritas yang disepakati untuk diusung oleh LTKL adalah mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha berkelanjutan yang memiliki daya saing.

“Program ini berkaitan erat dengan semangat dan tema APKASI Otonomi Expo 2017 yakni menumbuhkembangkan jiwa wirausaha daerah dalam menghadapi persaingan. Ini memang bukan hal mudah, untuk itulah perlunya kolaborasi antar-daerah,” kata Dodi.

Bupati Siak Syamsuar menyebutkan, daya saing dan semangat kewirausahaan menjadi titik penting bagi perkembangan kabupaten di Indonesia.

Untuk mampu bersaing, kabupaten harus menunjukkan upaya konsisten untuk memastikan bahwa usaha, produk, dan jasa yang dihasilkan di kabupatennya dilakukan dengan bertanggungjawab secara sosial dan lingkungan.

“Inisiatif seperti Lingkar Temu Kabupaten Lestari memberikan sinyal kuat bahwa kabupaten serius dalam memastikan hal tersebut. Perlu kolaborasi riil antara berbagai pemangku kepentingan baik di level nasional dan daerah serta dukungan dari komunitas internasional,” jelas Syamsuar.

Gunawan dari Koalisi Petani mengatakan, upaya semua pihak untuk membantu petani menggerakkan ekonomi dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran yang selama ini menjadi masalah utama petani.

“Melalui dukungan yang diberikan stakeholders, petani diharapkan semakin sejahtera sekaligus mampu menciptakan lingkungan lestari,’ katanya.

Salah satu program prioritas yang disepakati untuk diusung oleh LTKL adalah mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha berkelanjutan yang memiliki daya saing.

Petani sebagai pelaku usaha, warga desa dan konstituen kabupaten merupakan salah satu ujung tombak yang perlu dipicu untuk memiliki semangat kewirausahaan sehingga posisi tawar berbagai komoditas strategis di Indonesia dapat semakin meningkat.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Transformasi Petani sebagai Penggerak Pembangunan Berkelanjutan, https://www.tribunnews.com/nasional/2017/07/21/transformasi-petani-sebagai-penggerak-pembangunan-berkelanjutan.

Editor: Eko Sutriyanto