Informasi Dasar dan Kondisi Umum

Visi Kabupaten

Meningkatkan Pengelolaan Sumber
Daya Alam dan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Sigi Hijau

Sulawesi Tengah adalah “jantungnya” biogeografi Wallace sebuah kawasan yang memiliki potensi sumberdaya alam hayati unik kaya flora fauna endemik. Kabupaten Sigi berjarak sekitar 16 km dari kota Palu, merupakan salah satu etalese kekayaan alam di pusat pulau Celebes itu. Pembentukan Kabupaten Sigi disahkan pada tanggal 21 Juli 2008. Kabupaten Sigi memiliki kawasan pegunungan dan perbukitan antara 60-700 meter di atas permukaan laut yang membentang pada titik geographis antara 00 52’ 16” LS-20 03’ 21” LS dan 1190 38’ 45” BT-1200 21’ 24” BT. Kabupaten Sigi beribukota di Bora menguasai wilayah seluas 5.196,02 km2 atau 8,4% dari luas total wilayah Provinsi Sulawesi Tengah namun hampir separuh wilayah Kabupaten Sigi adalah kawasan berhutan.

Kabupaten Sigi berbatasan langsung dengan Kabupaten Donggala dan Kota Palu di sebelah Utara, Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan di sebelah Selatan, kemudian Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Donggala di sebelah Barat dan Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah Timur. Kabupaten Sigi memiliki 15 kecamatan, 176 desa dan 1 unit pemukiman transmigrasi (UPT) yang didukung kurang lebih 6.183 aparat pemerintah kabupaten untuk mendukung kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Kecamatan Kulawi merupakan kecamatan terluas (1.053,56 km2) sedangkan Kecamatan Dolo hanya memiliki luas 36,05 km2.

Kondisi topografi pegunungan dan perbukitan Kabupaten Sigi seperti pagar alami bentang hutan di Taman Nasional Lore Lindu yang menyatukan kehidupan warga masyarakat di 76 desa yang berada di lembah dan 100 desa lainnya di kawasan pegunungan.

Bentang alam Kabupaten Sigi berbeda dengan kabupaten lainnya karena hampir seluruh wilayahnya (93%) berupa darat yang terdiri dari; dataran, perbukitan dan pegunungan serta hutan lindung. Kawasan hutan memiliki luas sekitar 69,99% dari total luas wilayah Kabupaten Sigi. Keanekaragam hayati di Kabupaten Sigi untuk jenis mamalia, merupakan fauna dengan status dilindungi seperti tarsius (Tarsius spp), babirusa (Babirussa) dan monyet jambul (Macaca tonkeana), Anoa dataran rendah, anoa pegunungan dan berbagai jenis kekayaan flora. Meski berlereng dan bergunung, Kabupaten Sigi mampu mengembangkan lahan untuk fungsi budidaya pertanian dan perikanan meski hanya berkisar antara 20-27% saja dengan pendapatan daerah pada 2014 mencapai Rp. 17 Milyar (RPJMD 2016-2021). Kondisi ini mendorong pemkab Sigi melakukan kebijakan pengelolaan tataruang yang cermat, membatasi pertambahan penduduk, melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan dan melakukan pengamanan kawasan hutan lindung.

Kondisi topografi berbukit dan lereng itu membatasi akses usaha masyarakat pada sektor agraria, namun Pemkab Sigi mampu mengelola kawasannya dengan menjaga laju pertumbuhan ekonominya. Pendapatan domestik regional bruto (PDRB) dalam lima tahun terakhir mulai 2010 mengalami peningkatan. Berdasarkan RPJMD 2016-2021 nilai PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan 2010 meningkat dari Rp.6.971.124 menjadi Rp.9.271.867 di tahun 2015.
Sementara index GINI mencapai 0,37.