Informasi Dasar dan Kondisi Umum

Kabupaten Rokan Hulu

Informasi Dasar dan Kondisi Umum

Visi Kabupaten

Mewujudkan Rokan Hulu sebagai Kabupaten terkemuka di Riau tahun 2016

Kabupaten Rokan Hulu, sering disebut ROHUL adalah salah satu kabupaten dari 12 Kabupaten di Provinsi Riau yang dijuluki Negeri Seribu Suluk. Beriklim tropis, luas wilayahnya mencapai 722.978 ha atau 8.11% dari luas Provinsi Riau, memiliki luas daratan mencapai 85% dan 15% daerah perairan dan rawa. Kabupaten ROHUL merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kampar berdasarkan UU no 53/199 dan UU no 11/2003. Kota Pasir Pengaraian adalah pusat pemerintahan Kabupaten Rokan Hulu, berjarak 180 km dari Ibukota provinsi Pekanbaru, mengayomi pemerintahan di 16 Kecamatan dan 153 Kelurahan/Desa.
Batas wilayahnya meliputi: di sebelah timur berbatasan dengan Kab. Kampar, di sebelah barat berbatasan dengan Prov. Sumatera Barat, di sebelah utara berbatasan dengan Kab. Rokan Hilir dan Prov. Sumatera  Utara, di sebelah selatan berbatasan dengan Kab. Kampar, membentang pada titik geografis di antara 00 25’20-010 00 25’20o LU-010 25’41o LU oooo dan 1000 02’56 -1000 56’59 BT 41 LU dan 1000 02’56-1000 56’59

Luas kawasan hutan mencapai 253,937.97 ha atau 35 % dari luas wilayah Kabupaten Rokan Hulu merupakan rumah bagi flora dan fauna. Sementara untuk luas kawasan bergambut di Kabupaten Rokan Hulu mencapai 117.645 ha atau 16% dari luas total wilayah Kabupaten. Derah daratan berada pada ketinggian 70-86 m dpl, tempat mengalir sejumlah sungai, dua diantaranya adalah sungai besar yaitu sungai Rokan Kanan dan Sungai Rokan Kiri.

Kabupaten Rokan hulu merupakan bagian dari bentang alam provinsi Riau, dimana tercatat oleh riset FFI dan tim ekologi Riau terdapat 44 species langka di semenanjung Kampar dari mamalia, tumbuhan, burung reptile dan amfibi, termasuk Harimau Sumatera yang kharismatik.

Rohul juga memiliki 300 jenis kupu-kupu Sumatra yang terlengkap yang ditangkarkan dan dikelola Pemkab. Memiliki visi “Mewujudkan rokan Hulu sebagai Kabupaten terkemuka di Riau tahun 2016”, perekonomiannya ditopang oleh 50% daerah yang dikelola oleh sektor perkebunan dan pertanian. Kawasan pertanian mencakup luas 302.055,69 ha, berupa ladang dan persawahan. Pada 2006 kab rokan hulu mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 7,2% tanpa Migas dan 6,62% termasuk Migas. Pada 2013 pendapat daerah Kabupaten ini mencapai Rp. 57,1 milyar dan di 2016 meningkat menjadi Rp. 98,6 milyar.

Menurut Data online BPS, perekonomian Kab. Rohul berdasarkan nilai PDRB berdasar lapangan usaha tahun 2016 ditopang oleh Pengadaan listrik dan gas (14,01), sektor Industri Pengolahan (8,75), pertanian, kehutanan dan perikanan (4,05) dan Perdagangan Besar dan eceran (4,95), Konstruksi (4,53), Transportasi dan pergudangan (5,99) dan Informasi komunikasi (5,34). Rerata PDRB cenderung menurut sejak 2011 dan berada pada 4,94 di tahun 2016.

Sementara itu peringkat 3 besar sektor PDRB atas harga berlaku pada 2016 adalah: Pertanian, kehutanan, perikanan 15.468,59 (52,53%); Industri pengolahan 7.248,64 (24,61%), dan Pertambangan/penggalian 1.722,63 (5,85%).