Informasi Dasar dan Kondisi Umum

Visi Kabupaten

Menuju Masyarakat Batang Hari Maju, Adil dan Sejahtera Berlandaskan Ketaqwaan 2016 - 2021

Kabupaten Batang Hari terletak di bagian tengah Provinsi Jambi dengan luas wilayah 5.180,35 Km2 (518.035 Ha). Pemerintah Kabupaten Batang Hari dibentuk berdasarkan Peraturan Komisaris Pemerintah Pusat di Bukit Tinggi Nomor 81/Kom/U, pada 30 Nopember 1948 dengan pusat pemerintahan saat ini di Kota Muara Bulian berjarak sekitar 65 KM dari Kota Jambi. Pada 1999, sesuai UU No. 45 Tahun 1999, Kabupaten Batang Hari dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten yaitu Kabupaten Batang Hari dengan Ibukota Muara Bulian dan Kabupaten Muaro Jambi dengan Ibukota Sengeti.

Kabupaten Batang Hari secara geografis terletak pada posisi 1015` lintang selatan sampai dengan 202` lintang selatan dan diantara 102030` bujur timur sampai dengan 104030` bujur timur. Sebagian besar wilayah berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Batang Hari dan Sungai Batang Tembesi dengan rawa-rawa yang sepanjang tahun tergenang air. Letaknya sangat strategis karena merupakan daerah penghubung antara kawasan Barat dan Timur Sumatera. Kabupaten Batang Hari memiliki 8 Kecamatan 14 kelurahan dan 113 Desa dan merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian berkisar antara 11-500 m dpl. Perbatasan wilayahnya mencakup sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Sarolangun dan Provinsi Sumatera Selatan, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Muaro Jambi, dan Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tebo.

Kecamatan yang terletak di daerah hulu Sungai Batang Hari cendrung lebih bergelombang dibandingkan daerah hilirnya. Daerah bergelombang terdapat di Kecamatan Maro Sebo Ulu, Batin XXIV, Mersam dan Kecamatan Maro Sebo Ilir. Kecamatan Muara Tembesi, Muara Bulian, Bajubang dan Kecamatan Pemayung memiliki topografi yang cendrung lebih datar/landai.

Visi Kabupaten Batang Hari “Menuju masyarakat Batang Hari maju, adil dan sejahtera berlandaskan ketaqwaan 2016-2021” dijabarkan Pemkab Batang dengan mengelola perekonomian dari sektor perkebunan sawit, karet dan pertambangan migas. Hampir 70 persen penduduk Kabupaten Batang Hari secara ekonomi menggantungkan hidup pada sektor perkebunan, terutama komoditi kelapa sawit dan karet. Komoditi karet tidak hanya memiliki makna ekonomi, tapi juga mengandung makna sejarah dan budaya karena sudah menjadi penghidupan sebagian besar masyarakat secara turun-temurun. Demikian pula untuk komoditi kelapa sawit, secara ekonomi komoditi ini sangat besar elastisitasnya terhadap perekonomian masyarakat. Pengembangan kelapa sawit dalam skala besar banyak melibatkan perusahaan besar dan menggunakan teknologi.

Secara rata-rata, Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan berperan besar terhadap PDRB Kabupaten Batang Hari menurut lapangan usaha pada tahun 2010-2015, yaitu sebesar 40,66% per tahun, selanjutnya disusul oleh Sektor Industri Pengolahan sebesar 12,74 persen, kemudian Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 12,31 persen. Ketiga sektor tersebut merupakan sektor ekonomi unggulan Kabupaten Batang Hari. Pendapatan Dareah Kabupaten Batang Hari 2013 mencapai Rp. 50,6 Milyar dan pada 2016 meningkat Rp. 73,35 Milyar.

Perekonomian Batang Hari tahun 2014 mengalami percepatan. Laju pertumbuhan PDRB Batang Hari tahun 2014 mencapai 7,56 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 6,48%. Seluruh kategori ekonomi PDRB tahun 2014 mencatat pertumbuhan yang positif, kecuali Pertambangan dan Penggalian.

Pada tahun 2013, nilai PDRB ADHB Kabupaten Batang Hari mencapai Rp. 9,8 milyar, kemudian meningkat Rp. 11 milyar di tahun 2014 dan Rp. 12 milyar tahun 2015, dengan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 12,03% per tahun. Meski begitu Indeks GINI pada 2014 termasuk rendah yaitu 0,294 dan beruntungnya sektor pembangunan manusia justru tumbuh positif. Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Batang Hari sejak 2010 sampai 2014 cenderung meningkat dari 65,67 menjadi 67,68.