Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas Kolaborasi LTKL dan BKPM

Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas Kolaborasi LTKL dan BKPM

Perkembangan iklim investasi dan perdagangan Indonesia menunjukkan peran kunci pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan potensi investasi dan perdagangan secara nasional. Menjawab tantangan tersebut, Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) berkolaborasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengadakan “Masterclass Investasi Lestari: Seri Komoditas”. Program ini dirancang untuk mendukung Pemerintah Provinsi dan Kabupaten serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyiapkan portfolio investasi berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan tepat sasaran. Melalui elemen program yang kolaboratif dan multipihak, Pemerintah Provinsi dan kabupaten diharapkan dapat menyusun dan menyampaikan portfolio investasi secara efektif yang mencakup elemen kunci seperti (i) Rencana Investasi Lestari, (ii) Indikator Kinerja Kunci, (iii) Kebijakan & Peraturan Pendukung, dan (iv) Narasi Latar  Belakang Investasi.

Masterclass Investari Lestari Seri Komoditas diadakan secara bertahap. Kick Off Workshop pertama kali diadakan di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2019. Peserta terpilih kemudian mengikuti Pelatihan Penyusunan Portfolio Investasi di Surabaya pada tanggal 12-15 Agustus 2019. Peserta program adalah pemerintah provinsi dan kabupaten dengan komitmen yang kuat untuk produksi komoditas lestari. Pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi actor kunci yang mendorong proses kolaboratif antara berbagai dinas yang terkait dengan perencanaan, tata kelola, dan implementasi.

Sebagai ujung tombak dalam meningkatkan masuknya investasi ke Indonesia, melalui program Masterclass Investasi Lestari, pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan IIPC (Indonesia Investment Promotion Centre) yang ada di 8 wilayah kerja di seluruh dunia untuk memfasilitasi kerjasama antara mitra investor dengan berbagai provinsi dan kabupaten. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami apa itu investasi lestari, mengidentifikasi komoditas dan pariwisata unggulan di daerah, dan dapat menyusun portfolio dan proposal bisnis.