Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas

Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas

Bandung, 9 Desember 2018 – Perizinan cepat, birokrasi sederhana, dukungan infrastruktur, serta kebijakan yang ramah dalam berinvestasi di kabupaten bukan sekedar mimpi. Kesulitan berinvestasi sebentar lagi tinggal kenangan. Beberapa pemerintah kabupaten mulai bergerak untuk mewujudkan iklim investasi yang menarik, terutama di sektor komoditas. "Peran kabupaten menjadi sangat penting karena sektor perkebunan memerlukan kontribusi daerah untuk mengangkat daya saing perkebunan nasional,” ucap Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ir Bambang, MM dalam pembukaan acara Peluncuran Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas. Tidak tanggungtanggung, portofolio investasi yang direncanakan Kabupaten akan difokuskan pada komoditas dan produk turunannya
yang diproduksi secara lestari, dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dengan fokus ini, Kabupaten Indonesia akan mampu menangkap peluang pasar domestik maupun global akan produk lestari yang saat ini makin berkembang. “Sudah saatnya kabupaten menjadi aktor kunci dalam pembangunan ekonomi Indonesia, sebuah pembangunan yang berkelanjutan dimana manusia serta alam menjadi titik pusatnya,” tegas Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, yang merupakan Ketua Program Pengembangan Bisnis Lingkar Temu Kabupaten Lestari.

Peluncuran Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas diadakan di Tebu Hotel, Bandung (9/12). Dalam acara ini komitmen nyata pemerintah kabupaten terlihat dari antusiasme perangkat dinas yang hadir. Para dinas dari kabupaten-kabuapten saling berbagi informasi dan pembelajaran tentang cara efektif mengembangkan investasi komoditas lestari di kabupaten. Menanggapi antusiasme Kabupaten ini, Fajar Anugerah yang mewakili New Zealand G2G menanggapi dengan baik “New Zealand memiliki program Integritas Rantai Pasok (Supply Chain Integrity) untuk membantu negara lain dalam proses intervensi model dari pre-supply ke akses pasar. Salah satunya adalah  peningkatan kapasitas petani di Lombok Utara dari hulu ke hilir,’’ ucap Fajar. Lebih dari 85 hadirin, seperti pakar, lembaga swadaya masyarakat, komunitas internasional, hingga pelaku bisnis juga membagi ilmu serta pengalaman mereka. Sebuah upaya kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas kabupaten. “Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak penting untuk mendukung perkembangan ekonomi, lewat peningkatan daya saing usaha, kapasitas teknis pelaku usaha, identifikasi permintaan eksport. Kerjasama antar kabupaten untuk pengembangan bisnis berdasarkan potensi daerah masing-masing agar saling melengkapi dalam hal kerjasama bisnis,” ucap Bupati Lombok Utara yang sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Najmul Akhyar.

Kegiatan Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas yang digagas oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang berkolaborasi dengan mitra LTKL seperti APKASI, Tropical Forest Alliance (TFA) 2020 dan CDP (Carbon Disclosure Project) merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang mempersiapkan kabupaten berinvestasi secara lestari. “Masterclass diharapkan dapat mempersiapkan tim pengembangan daya saing daerah di kabupaten dan memungkinkan adanya identifikasi data dan portofolio bisnis kabupaten,” jelas Indra Pratama, selaku Koordinator
Regional Sekretariat LTKL. Program pelatihan dan pengembangan portofolio selanjutnya akan diadakan bagi kabupaten-kabupaten yang terpilih dan menunjukkan komitmen. Kabupaten diharapkan dapat menghasilkan portofolio dan proposal investasi komoditas lestari yang akan ditampilkan di dalam seminar Implementation Dialogue tahun 2019, dimana Kabupaten yang terpilih akan dipertemukan langsung dengan para calon investor. “Empat portofolio Investasi komoditas lestari yang akan dikembangkan melalui masterclass meliputi rencana investasi, usulan indikator lestari, kebijakan & peraturan, serta narasi komunikasi,” tutup Indra.

Acara peluncuran Masterclass Investasi Lestari Seri Komoditas diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Perkebunan ke-61 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Mengusung tema "Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan Indonesia”, acara ini menjadi sarana menyatukan gagasan untuk menyebarluaskan informasi industri perkebunan mulai produk segar hingga produk olahannya. Acara yang berlangsung dari 8 hingga 10 Desember 2018 ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk-produk perkebunan kepada masyarakat, serta memetakan potensi bisnis yang dapat
meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani.

TENTANG LINGKAR TEMU KABUPATEN LESTARI (LTKL)
Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) merupakan forum kolaborasi pemerintah kabupaten untuk mewujudkan
pembangunan berkelanjutan dengan dampak nyata. Sebuah upaya pembangunan yang menyeimbangkan ekonomi,
sosial, dan pelestarian alam. Pendekatan LTKL berfokus pada tata kelola lahan yang baik dan bertanggung jawab di
tingkat kabupaten. Untuk menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan, LTKL mengutamakan kolaborasi semua
pihak. Sinergi antar dan di dalam pemerintah kabupaten anggota menjadi kunci utama. Para kabupaten anggota
didukung kapasitas teknis dan keahlian melalui kolaborasi dengan mitra pembangunan, seperti lembaga swadaya
masyarakat serta sektor swasta. LTKL juga membentuk sekretariat untuk melancarkan koordinasi serta sinergi antar
kabupaten maupun dukungan para mitra. LTKL diinisiasi oleh 8 kabupaten dari 6 provinsi di Indonesia. Pada bulan
Desember 2016, perwakilan 8 kabupaten anggota LTKL bersama jejaring mitra pembangunan serta Asosiasi
Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), menggelar Forum Komunikasi Nasional pertama untuk
meresmikan pendiriannya. Hingga tahun 2018, 10 kabupaten telah bergabung menjadi anggota LTKL.

Tentang TFA 2020

TFA 2020 adalah platform diskusi multi pihak yang terdiri dari LSM, sektor swasta dan pemerintahan. Platform ini lahir dari komitmen Forum Konsumer (CGF) dalam komitmen mereka untuk mencapai nol deforestasi pada tahun 2020. TFA 2020 bekerja di empat komoditas utama yang menjadi penyebab deforestasi, yaitu : kedelai, peternakan, minyak kelapa sawit dan pulp and paper. TFA 2020 hadir di tiga regional yaitu, Latin Amerika (Soya), Afrika Barat dan Asia Tenggara. Sekretariat TFA2020 secara global berada di World Economic Forum (WEF) Jenewa dan TFA 2020 Asia Tenggara berada didalam Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD). Sebagai platform, TFA
2020 berfungsi sebagai wadah diskusi untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran Best Management Practices sekaligus menjadi tempat untuk mempertemukan pihak-pihak yang berpotensi untuk saling bekerjasama lewat Implementation Dialogue.

Tentang CDP

CDP (Carbon Disclosure Project) merupakan organisasi nirlaba yang bergerak dalam bidang pelaporan dampak lingkungan global yang bertujuan untuk mencapai ekonomi yang mengedepankan manusia dan lingkungan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan akses: https://www.cdp.net/en/cities/matchmaker.