KOMITMEN MORATORIUM DAN GOTONG ROYONG MENUJU SIAK HIJAU

KOMITMEN MORATORIUM DAN GOTONG ROYONG MENUJU SIAK HIJAU

Siak Sri Indrapura, 11 Oktober 2019 – Anggota Kabupaten Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) siap berkomitmen mensukseskan Inpres Moratorium Sawit. Komitmen secara tegas disebut oleh Ketua LTKL, sekaligus Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dalam pembukaan Festival Kabupaten Lestari di kota Siak, Riau (10/10). “Salah satu yang akan kita diskusikan bersama adalah komitmen kabupaten LTKL untuk implementasi moratorium sawit dan mendorong peningkatan produktivitas petani secara berkelanjutan, yang diharapkan menjadi sebuah upaya dalam mencegah terjadinya karhutla di masa-masa yang akan
datang,” kata Dodi.

Diskusi serta kegiatan dari Festival Kabupaten Lestari yang berlangsung selama 4 hari diharapkan memberikan pemahaman kepada para peserta akan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mewujudkan pembangunan lestari. Peserta pun datang dari berbagai pihak, mulai dari pemuda, petani dan pekebun, lembaga pemerintah kabupaten, hingga organisasi masyarakat sipil. Pemahaman serta komitmen bersama diharapkan bisa mendorong terbentuknya peraturan daerah yang memperkuat upaya penyejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga lingkungan.

Komitmen serius kabupaten anggota LTKL juga sudah terlihat memasuki hari kedua festival yang berlangsung di Gedung Daerah Kabupaten Siak. 3 anggota kabupaten memaparkan upaya penanggulangan kasus karhutla yang terjadi beberapa waktu lalu dalam sesi bertema “Di Balik Asap : Tantangan dan Upaya Kabupaten Melawan Kebakaran Hutan”.

Paparan Kabupaten Siak yang dilakukan langsung oleh Bupati Siak Alfedri, memperlihatkan perpaduan pelaksanaan, penegakan dan penanggulangan karhutla dengan membentuk Struktur Organisasi pembentukan Satgas Siaga Darurat Karhutla. Satgas Siaga dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa. Kabupaten juga terus mengupayakan berbagai alat untuk mendukung upaya pemadaman karhutla. “Pengadaan alat-alat kebakaran portable di kampung/desa sangat penting agar semua pihak bisa ambil bagian dalam upaya pemadaman Karhutla” kata Alfedri.

Selain Kabupaten Siak, Bupati Sintang Jarot Winarno serta Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi turut memberikan paparan terkait kabupatennya. Dalam kesimpulannya, ketiga kabupaten mengedepankan pentingnya upaya semua pihak untuk mencegah kebakaran hutan di masa mendatang. “Kita tidak bisa sendiri! Kita harus melibatkan semua pihak untuk menyelamatkan hutan. Inovasi-inovasi terus dilakukan untuk memastikan hal ini terjadi,” ucap Jarot.

Berbagai paparan kemudian ditutup dengan penyerahan laporan satu tahun implementasi inpres moratorium sawit hasil pantuan berbagai organisasi masyarakat sipil. Laporan diserahkan oleh Direktur Yayasan Madani Berkelanjutan M Teguh Surya serta Direktur Sawit Watch Inda Fatinaware, sebagai perwakilan masyarakat sipil kepada 3 perwakilan anggota LTKL.

Dalam sesi selanjutnya, sesi Bincang Lestari, berbagai elemen masyarakat berbagi dan mendiskusikan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam penanganan karhutla serta upaya untuk mencegah karhutla. Mulai dari upaya pembuatan demplot pencegahan kebakaran di lahan tidur yang dilakukan oleh Komunitas Elang, aksi kolaborasi swasta dan pemerintah dalam tata kelola kelapa sawit yang dikoordinasi oleh lembaga Proforest CORE, hingga cerita peran Kelompok Tani Peduli Api dipertemukan di sesi ini. Berbagai upaya yang diceritakan pun meningkatkan kesadartahuan peran berbagai pihak dan memperlihatkan upaya yang bisa dilakukan bersama-sama.

Rangkaian acara FKL di hari kedua ini ditutup oleh acara Temu Inovasi yang dibagi dalam tiga tema, yaitu Inovasi di bidang Riset dan Teknologi, Kelembagaan dan Akses Pendanaan Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah Kit Darurat Kabut Asap dari Kopernik. Berupa alat penyaring udara yang bisa mengurangi masuknya asap ke dalam rumah. Dibuat dengan memanfastkan alat sederhana yaitu kipas angin dan kain.

“Finding what works..itu adalah hal utama dalam melakukan inovasi. Bagaimana menciptakan sesuatu yang benar-benar bisa dimanfaatkan dan berkelanjutan di masyarakat.” Ungkap Egi dari Kopernik FESTIVAL KABUPATEN LESTARI 2019

Festival Kabupaten Lestari 2019 berlangsung mulai tanggal 10 – 13 Oktober 2019 di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Festival diisi dengan berbagai acara yang mendukung terwujudnya pembangunan hijau, seperti Bincang Lestari, lokakarya pemuda, hingga kunjungan lapangan ke Taman Nasional Danau Zamrud. Festival ini adalah tahun kedua festival yang diselenggarkaan oleh anggota kabupaten LTKL. Tahun pertama festival diadakan di Kabupaten Musi Banyuasin. Penyelenggaraan festival merupakan hasil gotong royong antara pemerintah kabupaten, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas-komunitas pemuda kabupaten anggota LTKL.