GERAK NYATA SIAK REDAM KARHUTLA

GERAK NYATA SIAK REDAM KARHUTLA

Siak Sri Indrapura, 12 Oktober 2019 – Kabupaten Siak menuai prestasi dengan berhasil meminimalis titik api dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun 2019. Siak bahkan menjadi salah satu kabupaten dengan titik api terendah di Provinsi Riau. Keberhasilan Siak tidak lepas dari upaya bersama multi-pihak dalam bergotong royong mencegah karhutla.

Bukti nyata upaya pencegahan karhutla di Kabupaten Siak terasa nyata mulai dari tingkat desa hingga ke area taman nasional. Di kawasan Taman Nasional Danau Zamrud, Taman Nasional yang diresmikan pada tahun 2016, penjagaan dan pengawasan dilakukan oleh sejumlah petugas Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) serta melibatkan satuan tugas dari Badan Operasi Bersama (BOB) PT. Siak Pusako. PT. Siak Pusako merupakan perusahaan eksplorasi minyak bumi yang dimiliki Pemda Siak dan Pertamina dengan wilayah yang bersebelahan dengan kawasan TNZ.

“Kami ikut serta dalam melakukan pengawasan, untuk menjaga kelestarian alam terutama di Danau Zambrud ini. Eksplorasi kami lakukan dengan baik dan sesuai aturan. Kami melakukan pemantauan air, udara setiap enam bulan agar tetap bisa memantau kelestarian kawasan,” ungkap Afrizal dari perwakilan BOB. Sementara BKSDA melakukan pemantuan peninjuan rutin aktivitas di kawasan. “Kunjungan ke tempat ini harus mendapatkan izin dari BKSDA. Nanti BKSDA yang merekomendasikan apakah boleh atau tidak,” jelas Reffles Sitinjak, Kepala Resort BKSDA.

Kedepannya kawasan Danau Zamrud yang masih asri akan dijadikan sebagai kawasan wisata ekologis untuk membantu upaya pencegahan. “Kawasan ini punya potensi yang cukup besar,di hutan dan lahan gambut ini bisa ditemukan macam-macam flora dan fauna, berbagai jenis burung, ikan langka, juga sebagai habitat Harimau Sumatera dan buaya. Alamnya masih alami dan terjaga sangat baik, dan lokasi Danau yang akan kita lihat, sebagian lokasinya kedepannya akan kita kembangkan sebagai area wisata ekologi,” tegas Budhi S Yuwono, Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Siak.

Selain pengawasan kawasan di dalam Taman Nasional Danau Zamrud, area gambut sekitar taman nasional juga digunakan sebagai demplot atau area edukasi sebagai upaya pencegahan karhutla. Berbagai tanaman dengan nilai ekonomi, seperti nanas, semangka, serta jagung sedang coba dibudidayakan di lahan gambut tersebut. Uji coba diharapkan akan memberikan pilihan komoditas untuk ditanam masyarakat di lahan gambut. “Di lahan ini kami sedang melakukan alternative pengembangan lahan gambut berkelanjutan berbasis masyarakat dengan pendekatan paludikultur. Kami mencari komoditas-komoditas bernilai ekonomis jangka pendek dan jangka panjang yang dilakukan tanpa harus mengeringkan lahan gambut,” terang Direktur Eksekutif Perkumpulan Elang Janes Sinaga.

Di area lain Kabupaten Siak, masyarakat kecamatan Bungaraya berhasil menghilangkan bencana karhutla di tahun ini. Perpaduan antara pendampingan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan penjagaan lingkungan menjadi kunci keberhasilan. Dengan 80% penduduk sebagai petani kelapa sawit, masyarakat di Desa Temusai, kecamatan Bungaraya, bahkan berinisiatif menyumbangkan 1,5 hektar lahannya untuk dijadikan hutan, seperti yang dijelaskan Camat Bungaraya Hendy Derhavin.

Selain menyumbangkan lahan, masyarakat juga mulai membudidayakan komoditas lain, seperti jeruk nipis, lemon, serta cabe. Masyarakat juga mulai membuat kerajinan dengan mengolah sampah dan bahan-bahan lain dari lingkungan sekitarnya, seperti lidi sawit. "Dengan adanya anyaman piring dari lidi sawit, ibu-ibu di Desa Temusai mendapat penghasilan tambahan," ujar Kepala Desa Temusai Markuat.

Masih di Kecamatan Bungaraya, masyarakat Desa Suak Merambai telah beberapa tahun mengembangkan ekowisata bernama Taman Berembang. Dengan potensi hutan bakau yang berada di pinggir Sungai Siak, Desa Suak Merambai mengolah kawasan berpemandangan indah menjadi spot foto-foto lucu dan menarik. Papan dengan kata-kata lucu, seperti “Selamatkan anak bangsa dari bahaya kurang pikni”, dan kata “Jomblo lurus saja” yang mengarah ke danau, menghiasi Taman Berembang. "Kami menghias agrowisata Taman Berembang ini segaul mungkin, sehingga anak-anak muda mengunjungi dan mempopulerkannya di sosial media,"jelas Pokdarwis Ekowisata Taman Berembang, Herwan Suwandi.

Pemandangan indah di Taman Berembang juga semakin lengkap dengan hadirnya teh unik dari bunga telang. Teh berwarna biru dengan rasa yang menyegarkan merupakan hasil olahan Devi Pratiwi dari komunitas Siak Berkebun.  Devi berharap dengan adanya inovasi teh bunga telang, masyarakat Desa Suak Merambai semakin menjaga alam sekitarnya sebagai sumber penghasilan.

Upaya gotong royong mencegah karhutla di kawasan Taman Nasional Danau Zamrud dan Kecamatan Bungaraya ditunjukkan secara nyata kepada peserta kunjungan lapangan Festival Kabupaten Lestari 2019. Kunjungan lapangan yang berlangsung hari Sabtu, 12 Oktober 2019, diikuti puluhan orang dari berbagai kalangan. Pemuda, organisasi masyarakat sipil, hingga pemerintah kabupaten lain anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari turut menjadi peserta. Kunjungan lapangan diharapkan menginspirasi para pihak untuk lebih memahami cara dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan demi kesejahteraan masyarakat yang disertai penjagaan lingkungan.