Berdaya di Daerah: Menggali Potensi Lokal Menjadi Peluang Usaha

Berdaya di Daerah: Menggali Potensi Lokal Menjadi Peluang Usaha

Pada Senin, 13 Juli 2020 telah diselenggarakan webinar Pusat Unggulan Komoditi Lestari (PUKL) yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta kaum muda dari Musi Banyuasin dan daerah sekitarnya. Webinar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dengan bekerja sama dengan Platform Usaha Sosial (PLUS) --sebuah ruang kolaboratif bagi ekosistem dampak sosial di Indonesia--adalah langkah awal untuk menjaring kaum muda mengikuti pelatihan dari dan praktik kerja di PUKL.

Webinar tersebut dibuka langsung oleh Bupati Musi Banyuasin Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin, Lic.Econ, MBA. Ia menjelaskan mengenai dua komoditas unggulan di Musi Banyuasin yang menjadi penghasilan utama masyarakat di sana dan potensi pengembangan hilirisasi pada dua komoditas tersebut. “Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kembangkan lembaga multi-pihak Pusat Unggulan Komoditi Lestari (PUKL) ini dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga lingkungan, agar dua komoditas unggulan yang dimiliki Musi Banyuasin bisa dioptimalkan dengan baik,” ujar Bupati Dodi Reza.

Bupati Musi Banyuasin

Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan memiliki dua komoditas unggulan yaitu karet dan kelapa sawit. Luas perkebunan karet mencapai 585 ribu hektar dengan sebesar 95% miliki masyarakat atau petani swadaya. Sedangkan luas perkebunan kelapa sawit mencapai 420 ribu hektar dengan sebesar 40% miliki masyarakat atau petani swadaya.

Webinar PUKL ini menghadirkan pembicara Dr. Ir. Indra Darmawan (Direktur Fasilitas Promosi Daerah, Badan Koordinasi Penanaman Modal), Andhika Mahardika (Pendiri Agradaya), Nofi Bayi Darmawan (Pendiri Kampung Marketer), dan Drs. Iskandar Syahrianto, M.H (Kepala Bappeda Musi Banyuasin dan Koordinator Tim Kerja PUKL), serta dimoderatori oleh Novi Meyanto (General Manager PLUS).

Pada kesempatan pertama, Indra Darmawan selaku perwakilan BKPM memaparkan mengenai investasi lestari dan dukungan BKPM. “Tugas BKPM adalah mengundang investasi masuk ke seluruh daerah di Indonesia. Agar investasi itu bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal, kami membuat peraturan bahwa investasi besar atau menengah yang masuk harus bermitra dengan usaha nasional, khususnya UMKM di daerah. Saat ini kami mendorong investasi lestari dengan tiga hal yang patut diperhatikan yaitu investasi tersebut harus layak secara ekonomi, diterima secara sosial, dan ramah lingkungan,” ujar Indra Darmawan.

BKPM juga menyambut baik inisiatif Kabupaten Musi Banyuasin dalam pembentukan kelembagaan multi-pihak ini agar investasi yang masuk dapat terkoordinasi, terfasilitas dan terlaksana dengan baik. “Mekanisme berinvestasi yang perlu dilakukan adalah ide, keberanian, tindakan, kecepatan dalam bereaksi, beradaptasi, dan bertindak, serta yang tak kalah penting formalitas kerja sama itu sendiri,” kata Indra Darmawan.

Pembicara kedua adalah Pendiri Agradaya, Andhika Mahardika yang menekankan pemaparannya pada pengembangan komoditas lokal. “Saya melihat desa adalah kekuatan dan masa depan. Pada 2016 Agradaya yang berfokus pada pengembangan sumber daya desa di bidang pertanian dan perkebunan terutama rempah-rempah biofarmaka memang murni kami melihat potensi yang ada di daerah. Adanya pandemi ini, menjadikan produk kami banyak dicari karena dapat digunakan untuk meningkatkan imun dan stamina,” ujar Andhika Mahardika.

Selanjutnya Pendiri Kampung Marketer, Nofi Bayu Darmawan, yang menjadi pembicara. Ia menekankan pada peningkatan sumber daya manusia di daerah. “Kami memulai dari sebuah masalah yang ada, bahwa pengangguran di desa tinggi, tingkat urbanisasi dan perantauan juga tinggi, minimnya lapangan pekerjaan terutama di bidang teknologi, sedikitnya pengusaha muda di desa, dan ketrampilan pemuda desa yang masih belum relevan dengan revolusi industri 4.0. Dari situ kami membuat Kampung Marketer yang tujuannya sejalan dengan SDGs,” ujar Nofi Bayu Darmawan.

Pembicara terakhir adalah Kepala Bappeda Musi Banyuasin dan Koordinator Tim Kerja PUKL Drs. Iskandar Syahrianto, M.H yang memaparkan tentang kondisi perkebunan di Musi Banyuasin saat ini dan pentingnya peran aktif kaum muda dalam PUKL. “Tiga fungsi PUKL adalah sebagai pusat data dan informasi, investasi lestari, dan pusat pelatihan dan inovasi. Di sini lah fungsi teman-teman muda Musi Banyuasin dan sekitarnya untuk mengembangkan ‘rumah kita bersama’ ini agar dapat membantu meningkatkan nilai komoditas unggulan dan bersama-sama menekan angka kemiskinan di Musi Banyuasin,” ujar Iskandar Syahrianto.

Peserta webinar ini selanjutnya akan diseleksi kembali untuk dapat mengikuti pelatihan secara daring yang dilakukan oleh PLUS. Materi pelatihan yang akan disampaikan kepada 50 peserta terpilih adalah mengenai kewirausahaan sosial, komoditas lestari, investasi lestari, manajemen lembaga, pengelolaan dan literasi keuangan. Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tersebut, lima peserta terpilih akan mengikuti praktik kerja di PUKL.